Archive for the ‘Transportation’ category

Digebukin Busway

27 September, 2007

busway

gambar di ambil dari sini

Jalan MT Haryono – Gatot Subroto, Jakarta, yang biasanya padat bahkan macet di beberapa lokasi terutama menjelang lampu merah dan ramp keluar tol dalam kota, seminggu belakangan ini makin bertambah macet dengan dimulainya pengecoran beton untuk jalur Busway koridor IX( Pinang Ranti – Pluit), “Pamer Paha” menurut istilah Detik.com(PAdat MERayap TanPA HArapan).Sedangkan Pinang Ranti adalah sebuah terminal kecil di sekitar Taman Mini, tepatnya dekat Pintu 2 TMII.
(more…)

Advertisements

Solidaritas itu…..

9 July, 2007

Celah itu terlalu sempit, cuma sekitar setengah meter. Tak ada keraguan sedikitpun di benakku untuk menutupnya mengingat aku unggul setengah detik dibanding motor disebelahku yang mencoba mendahuluiku lewat celah sempit antara ban depanku dan pojokan trotoar itu.Dengan kecepatan yang seirama dengan parade motor “mentok kiri” di MT haryono, aku yakin walau kemampuan bermotorku belum pulih benar, aku aman aman saja. Tapi dengan gaya ‘slingshot’-nya Fernando Alonso, motor itu nekat mendahului aku lewat celah tersebut sehingga knalpot-nya menyenggol roda depanku dan aku terjatuh.

Dengan segenap kemampuan aku usahakan agar kepalaku tidak terantuk aspal atau trotoar.Gdubrak. Motorku jatuh tapi motor yang menyenggolku tetap melaju tenang. Si Bapak sempat menoleh beberapa saat melihat aku jatuh dan kesulitan bangun karena kaki kiriku tertindih motor. Namun si Bapak berhelm merah tersebut tetap melajukan motor merahnya. Tanpa niat berhenti untuk melihat keadaanku ataupun menolongku.

Setelah beberapa kali memcoba lepas dari tindihan motor dan gagal, akhirnya aku berhasil bangun dengan bantuan seorang bapak pengendara motor yang budiman dan baik hati serta seorang Satpam Jasindo. Setelah menenangkan hati sejenak dan berterimakasih kepada para penolong-ku,aku melanjutkan perjalanan ke kantor pada awal Mei 2007 tersebut dengan jaket yang sedikit basah oleh genangan air dan lecet di telapak tangan serta lutut.

Back to the road

26 March, 2007

motor
Akhirnya aku siap mengarungi jalanan ibukota lagi. Saat ini (26/03/07) aku udah bisa naik motor dari rumah (cawang), ke kp. melayu (lewat Otista), belok kiri arah tebet, belok kiri lagi (kebon baru), kembali ke rumah(+/- 6 Km). tentu saja dengan sangat-sangat hati hati.
Kendala utamaku adalah, aku belum bisa menopang dengan kaki kiri yg terimbas stroke-ku 1 tahun lalu.Aku juga nggak tahu kenapa. Soalnya seharusnya kaki kiriku sudah kuat, tapi kalau buat menopang motor kalau mau berhenti, kakiku langsung gagap. Kurang Pede kali.

Dari bulan Nopember ( 17/11/06)aku udah mulai latihan, dan terjatuh 2 kali pada hari pertama. Bukannya trauma kalo aku berhenti latihan selama 1 bulan, tapi karena tidak ada yg mau nganterin ke tempat latihan (jalanan kosong +/- 100 Meter dari rumah), sementara istriku belum bisa naik motor.

Bulan Desember aku di antar latihan 2 kali, lalu libur lagi 1 bulan.
Januari Aku minta di antar latihan 2 kali seminggu sepulang kerja. Tapi hanya dikabulkan 1 kali per minggu, itupun mesti di bujuk-2.
Latihan memakan waktu +/- 5 menit / latihan. Dan selama itu, aku konsentrasi untuk memakai kaki kiri sbg penopang. Tapi hasilnya tidaklah terlalu mulus.
Bulan Pebruari, Herman, yg biasa mengantar aku latihan. benar-2 tidak mau mengantar aku latihan. Akhirnya istriku yg baru mulai bisa naik motor, akhirnya mengantar aku latihan 3 kali perminggu( 1 kali pada hari sabtu dan 2 kali minggu-nya).
/mulai saat itulah aku berusaha beradaptasi dengan kondisi tubuhku. Aku cuma mengaktifkan tubuh bagian kanan. kaki kiri pasif, sedang tangan kiri sudah cukup kuat untuk memegang stang motor dan aku latih memakai tombol lampu sign

Selama pebruari aku cuma latihan di jalanan kampung yg relatif kosong.(Jatuh 1 kali pada 17/02/07).
Pada 17/03/07 Aku memberanikan diri ke luar ke jalan raya. Dari depan Wisma Indomobil cawang sampai jalan masuk Paramount(+/- 50 meter).
Alhamdulillah aku berhasil tanpa insiden sehinhha aku ulangi 3 kali,

Pada 24/03/07 aku ulangi latihan seperti sabtu lalu ditambah keliling dari Rusun, cawang bawah, depan carrefour, lalu balik ke cawang lagi. Disini aku gagal di U-Turn arah Kiri . Aku dapat 2 insiden di 2 /u-/turn tsb. Alhamdulillah aku berhasil pulang dg selamat.
Sorenya aku mulai latihan ke Otista, Kp. Melayu, Asem baris/Kebon baru.Berhasil. Bahkan berhasil parkir di rumah susun.

Minggu 25/03/07, aku ulangi latihan ke Kp. Melayu dan semakin lancar.

Nah sekarang aku berusaha mengasah kemampuanku agar bisa berangkat kerja ( Cawang-Slipi, 12 KM) dengan motor sendiri.Semoga lama kelamaan kaki kiriku dapat difungsikan seperti dulu.Amiinnn.

2007 Resolutions

2 January, 2007

1. Mobility : Walk with normal speed, as now my speed is only one third of my normal speed,

2. Biking : Want to ride my motorcycle. I’m a biker.

3. Happier than ever….. whatever that means… 😀

Things you shouldn’t do when biking

16 February, 2006

Di jalan guwa sering melihat pengendara motor yang bisa melakukan hal hal hebat yg sayangnya tidak bakal bisa guwa lakuin.
diantaranya :

  1. Ngetik SMS. Guwa gak bakal bisa, lha wong pake 2 tangan aja masih gelagapan. Belum lagi konsentrasi yg terpecah. Kayak pak erte, guwa cuma orang yg single task.
  2. Ngerokok. Ngerokok sambil ngopi di rumah aja guwa gak bisa menikmati, apalagi di atas motor. Lagian kan sekarang ada perda larangan merokok di sarana umum. Eh, jalanan itu sarana umum kan ?
  3. Pengaruh alkohol. Minggu kemarin opisboy kantor gua gak masuk kantor selama seminggu gara gara ini. Ya namanya juga naek motor dalam pengaruh alkohol, jatuhlah dia. Parahnya lagi, dia gak pake helm. Pinterrr….
  4. Ngebut 150 Km/jam. Kalo ini sih jelas jelas karena motor guwa gak mampu dipacu dengan kecepatan segitu dan juga guwa gak punya nyali segitu gede.

Uji Emisi, Uji Nurani

3 February, 2006

Mulai tanggal 4 Pebruari 2006, pemerintah mewajibkan uji emisi gas buang untuk kendaraan bermotor yang akan memperpanjang STNK-nya, termasuk sepeda motor tentunya. Biaya pengujian sebesar 30 ribu rupiah untuk sepeda motor dan 50 ribu rupiah untuk mobil ditanggung pemilik kendaraan :(.
OK deh pak, selama itu bisa membuat udara yang kita hirup jadi lebih bersih, saya sih setuju saja. Tapi seperti kita lihat di Jakarta, kendaraan umum yang sudah dari dulu diwajibkan uji emisi, masih banyak yang mengepulkan asap hitam tebal bin pekat dijalanan. Seharusnya kendaraan seperti itu sudah dilarang beroperasi, mengingat pencemaran udara yang ditimbulkan. Tapi entah dengan pertimbangan apa sehingga sampai saat ini kendaran pencemar tersebut masih banyak berkeliaran.

Jadi bagi yang kendaraannya kemungkinan gak bakal lolos uji emisi ini, jangan kuatir. Bangsa kita ini pintar cari jalan keluar kok, semua bisa diatur. Contohnya (more…)